Aku jua sepertimu yang turut sama berair mata…

Aku jua sepertimu yang turut sama berair mata…

“Aku jua pernah merasakan apa itu iman yang lemah? Betapa lemahnya kita mendidik sabar dalam marah?”

Teman,

Aku jua seperti dirimu yang ‘baru’ mengenal Tuhan. Apa ajaran agamaku (Islam) yang menjadi larangan dan suruhan?

Aku sepertimu ketika kesedihan membisikkan airmata keinsafan…

Aku sepertimu ketika hancur harapan-harapan yang ada selain Tuhan..

Aku pernah bergelut rasa untuk menjadi insan biasa walhal aku ‘mampu’ menjadi diriku yang luarbiasa !

Hebatnya ujian Allah itu, di saat ia datang, hati dan fikiran menjadi ‘bodoh’.

Meminta jawapan kepada hati, ia sedih dalam kesedihan yang panjang. Meminta jawapan kepada akal, ia kosong tak nampak jalan keluar dari lohong  gelita.

Lalu diri mengikut arus masa. Deras masa berlari, demikian ia meninggalkan sejarah silam yang gemilang.

Aku jua sepertimu yang mempunyai memori kebanggaan…

Aku jua sepertimu yang pernah menikmati sebuah kejayaan dan pengiktirafan !

Namun, kini aku sedar agar jangan alpa dalam menemukan hikmah setiap peristiwa. Hikmah yang tertinggi bagiku pastinya tatkala aku tidak lupa memanjatkan kesyukuran kepada-Nya.

Itulah ‘happy endin’g yang menjadi penanda aras kejayaanku. Semoga kita tidak melupakan Pemberi Nikmat yang bisa ‘memberi dan menarik semula’ pemberian pada bila-bila masa.

“Ya Allah,

Engkaulah yang memberikan kami kefahaman dalam agama kami. Semoga kefahaman kami yang maha benar bisa menjadi nadi hidup kami, bisa menjadi cahaya akal kami.

Ya Alla,

Engkaulah yang mengurniakan kami makna ‘sabar’ yang Engkau redhai. Semoga kesabaran kami bisa mengalahkan nafsu amarah yang sering mengawal gerak laku kami.

Ya Allah,

Engkaulah Tuhan yang kami sembah dan memohon pertolongan. Semoga pertolongan-Mu tidak menjadikan kami hamba yang ‘meminta-minta’. Semoga dengannya jua kami bisa menjadi insan yang memberi manfaat kepada saudara-saudara kami yang memerlukan.

Ya Allah,

Semoga kejayaan kami, kekuatan kami, kesabaran kami serta apa jua amal kebaikan kami bisa menjadi saksi di hadapan-Mu. Semoga dengannya kami bertemu limpahan Rahmat dari-Mu. Redha-Mu ya Allah yang menjadi tujuan utama kami hidup di dunia ini.

Aamiinn..”

Teman,

Aku jua sepertimu yang turut sama menangis pabila kesedihan membungkus perasaanku ketika itu.

Aku bisa melihat takungan airmata yang terbit di kelopak mata tanpa hentinya.

Aku bisa melihat linangan air jernih membasahi seraut wajah penyesalan.

Aku bisa merasakan sendu yang tertahan dan ia perit amat menghimpit dada!

Kita semua sama dalam pencarian Tuhan (Allah swt)…

 

Kita semua sama dalam suka duka ujian kehidupan…

Semoga kita semua bisa bersabar dalam sabar yang ‘tertahan’. Dan paling cepat dalam tindakan mencari-Nya dalam senang dan susah. Bersangka baik dengan Allah sentiasa, semoga ujian yang hadir ini pergi dengan kemenangan kita bertarung dengannya.

Yakin dengan amat bahawa, ujian Allah tidak akan kekal buat kita. Ujian, demi ujian pasti menemukan titik noktah sebuah ujian.

Semoga kita semua bisa menjadi hamba yang sebenar-benarnya hamba. Dan yang memahami kepada Siapa kita sebenarnya ‘menyembah’, Insya-Allah.

Leave a Reply